Oleh: Dwi Koristiyono | Oktober 1, 2009

MAWAS DIRI

Saya selalu teringat lagu Ebiet G.ADE, Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan didalam batin. Kita harus akui bahwa kita bisa bersih di lahir tetapi di batin tidak mesti bersih. Sekecil apapun ada kebencian, kebatilan, nafsu amarah, nafsu ingin menguasai sesuatu pokoknya nafsu-nafsu negatif. Bagaimana supaya kita benar-benar suci lahir dan batin. Kita lanjutkan lagu Ebit GAD “tengoklah ke dalam sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat”. Sebelum kita melakukan sesuatu hendaklah dipikir untung ruginya. Kalau akan menimbulkan masalah sebaiknya jangan dilakukan. Akan lebih baik kita berwudlu kemudian shalat sunah di waktu malam sehingga pikiran kita benar-benar bersih. Pikiran bersih akan menimbulkan aura yang bersih. Sehingga segala kegiatan kita akan bersih dari dosa. Bersihkan dosa kita dengan memohon ampun kepada Alloh SWT yang maha pengampun. Jangan sampai kita berbuat kebatilan sehingga Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, sehingga akan menimbulkan bencana seperti Tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan sebagainya. Mengapa ? Karena kalau manusia sudah tidak ada yang beribadah kepada Alloh, maka Adzab Alloh sangat dekat (kata pak ustadz He..he..he..).
Mari kita renungkan bersama…….

Oleh: Dwi Koristiyono | September 14, 2009

Arep Bada Idul Fitri

Angger arep bada wong pada ribut kabeh. Ana sing gawe panganan kawit sekang sriping tekan maring jenang. Ana sing ribut tuku klambi anyar golet mode sing paling terkenal. lah inyong bingung ora duwe duwit ya mung teyenge ndelengna tok. Arep komentar mbok salah. Ari jan-jane angger dipikir sawise inyong pada puasa, mbalik maring fitroh. Jajal ingatase wong ora kenal bae angger tanggal siji
Sawal pada njaluk pangapura. Tapi sifat serakah manungsa uga tetep katon. Saben gawe panganan jere nggo bada. Jan kaya balas dendam tes puasa sewulan mengko angger bada arep mangan seakeh-akehe he..he…he…
Terus klambi anyar, mbok iyaha tukune aja bareng-bareng ngepasi arep bada dadi regane ora larang. Hukum pasar kuwe angger akeh sing arep tuku rega barang dadi munggah (jere pakar ekonomi). Muga-muga sedulur muslim sing pada nglakoni puasa pada olih derajat taqwa. Sugeng Riyadi Sedaya Lepat Nyuwun Pangapunten. he..he..he..

Oleh: Dwi Koristiyono | Agustus 28, 2009

BELAJAR JARINGAN

Belajar jaringan ternyata sangat sulit,  saya udah sampai gundul kepala tetapi sedikit sekali ilmu yang saya serap. TC/IP entah makanan apa ? DNS Server kuwe ya mbuh apa. tetapi hari ini saya sangat bersyukur bisa membuat konek 4 komputer, apalagi bos melihat saya sedang utak-utik. Memang kalau ilmu minimal bikin rambut putih. khusus kepada generasi muda jangan sungkan mencari ilmu. Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina. Kalau saya masih beruntung bisa mengenal komputer di usiaku 35 tahun, belajar chatting pada usia 42 tahun, sekarang usiaku 44 tahun lagi mencoba LAN (udah ada jaringan tinggal koneksi tok) kalau disuruh buat LAN saya pegang tang crymping saja gemeter, buta warna ga bisa bedain kabel belden. he… he… he…

Oleh: Dwi Koristiyono | November 28, 2008

CARA MEMBUAT GULA KELAPA

Namaku Dwi Koristiyono, anak ke tiga lahir di kota Slawi Kabupaten Tegal. Dibesarkan di sebuah desa di lereng Gunung Slamet kecamatan Cilongok. Cilongok terletak di sebelah barat kota Purwokerto lebih kurang 12 km ke arah barat. Udara di Cilongok masih sangat sejuk karena tanaman hijau masih banyak. Jika anda melihat ke arah utara akan kelihatan Gunung Slamet berdiri dengan anggun sambil sesekali mengeluarkan asap rokoknya. Cilongok terkenal dengan gula merah/gula kelapa.
Berikut akan ku tulis pengalamanku yang berkaitan dengan gula kelapa. Cara menanam pohon kelapa dengan cara memilih kelapa yang sudah tua (kiring). Kelapa yang sudah tua diletakan di tanah. Setelah tumbuh tunasnya baru ditanam. Kira-kira pohon kelapa berumur lima tahun akan mulai berbunga (mancung). Mancung akan dibelah sehingga bunganya (manggar) akan kelihatan, kemudian diikat supaya mempermudah dalam mengambil nira (badeg). Cara menyadap dengan mengiris manggar tipis-tipis menggunakan pisau (arit). Setelah itu dipasang tempat untuk nira (pongkor) diikatkan pada mancung supaya tidak jatuh. Untuk menjaga agar tidak kena air hujan ditutup dengan serabut pohon kelapa (tapas). Pohon kelapa sehari dua kali diambil niranya yaitu pada pagi hari dan sore hari. Seorang penyadap nira (penderes) setiap sehari naik satu pohon kelapa 2 kali. Anda bisa menghitung sendiri kalau 30 pohon. Perlengkapan penderes adalah sebagai berikut : 1. Pongkor terbuat satu ruas bambu berfungsi untuk menampung nira dari pohon kelapa; 2. Arit merupakan pisau untuk mengiris manggar (bunga kelapa); 3. Wangkring (alat untuk memikul) merupakan tempat untuk menggantungkan pongkor yang akan dibawa pulang ke rumah; 4. Laru, merupakan bumbu yang dimasukan ke pongkor sebelum digantungkan di manggar. Cara membuat gula kelapa, nira diletakan di wajan (kuali) kemudian direbus sampai mendidih, setelah mendidih pongkor dibersihkan dengan nira yang mendidih (ngonclang) supaya laru yang berada didasar pongkor bisa ikut dimasak. Setelah itu nira akan mulai mengental dan akan tumpah dari kuali. Agar tidak tumpah perlu diberi minyak kelapa satu sendok (mepes). Setelah kental perlu diaduk sampai bunyi cebluk cebluk sampai suhunya agak dingin dan siap dicetak. Untuk mencetak (nitis) ada yang menggunakan batok kelapa, ada yang menggunakan potongan bambu (sengker). Bagaimana komentar anda ?

Oleh: Dwi Koristiyono | April 7, 2008

Apa arti teman, pacar, dan sahabat

Wahai para bloger aku sedang bingung apa arti teman, pacar, dan sahabat. Tolong dong siapa yang dapat membantu aku. Aku ucapkan terimakasih atas bantuannya.

Oleh: Dwi Koristiyono | Januari 28, 2008

SELAMAT JALAN UNTUK BAPAK SOEHARTO

Hari ini saya merasa sangat terharu dengan meninggalnya bapak pemimpin bangsa Indonesia mantan presiden Soeharto. Selama hidup saya pernah melihat beliau saat beliau berkunjung meresmikan proyek. Saat itu senyum khas beliau tersungging saat beliau turun dari helikopter dan tentu saja lambaian tangan kepada seluruh rakyat yang hadir. Sekarang beliau telah pergi, mudah-mudahan amal baik bapak H.M. Soeharto diterima oleh Alloh SWT. Semoga seluruh rakyat Indonesia mendoakan beliau. Selamat jalan bapak senyummu selalu ku ingat.

Oleh: Dwi Koristiyono | Januari 9, 2008

WORKSHOP TIK GURU BANYUMAS

ss16027.jpgSelama 14 hari guru TIK Banyumas mengikuti kegiatan workshop TIK bagi guru SMP, SMA, SMK. Kegiatan ini dibagi dalam dua kegiatan yaitu kegiatan teori dan praktik. Kegiatan teori dilaksanakan selama tiga hari bertempat di Unwiku Purwokerto. Sedangkan kegiatan praktik dilaksanakan di LPMP Jawa Tengah selama sebelas hari. Dalam waktu sebelas hari guru TIK Banyumas digodok dengan materi TIK, diantaranya Word, Excel, Acces, Internet, Blog, dll.

Oleh: Dwi Koristiyono | Januari 9, 2008

BELAJAR CHATTING

dwik4.gifPertama kali aku mengenal chatting usiaku udah 42 tahun. Bingung dan grogi waktu belajar pertama. Dengan kemauan yang keras akhirnya saya bisa menggunakan Mirc. Setahun kemudian tepatnya pada tahun 2008 aku belajar lagi dengan menggunakan yahoo messenger.

 ss16048.jpg

Dan sekarang aku lagi belajar ngeblog, aduh sulitnya bukan main. Usia tua memang sulit untuk menangkap pelajaran. Kepada generasi muda jangan saperti aku. Belajar dimulai dari sekarang, kapan saja, dimana saja, dan jangan lupa bertanya pada yang ahli. OK

Oleh: Dwi Koristiyono | Januari 9, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori